SETYA NOVANTO DIMINTA MUNDUR DARI JABATAN KETUA DPR
Direktur Eksekutif Koalisi Pemantau Legilatif (Kopel) Indonesia Syamsudin Alamsyah menyarankan agar Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya. Dengan kondisi kesehatan Novanti saat ini, tidak memungkinkan bagi Ketua Umum Partai Golkar itu untuk menjlankan berbagai tugas kedewanan sperti pengawasan, legislasi, dan penganggaran. "Buktinya juga di KPK sudah dua kali dipanggil untuk diperiksa, malah tidak hadir. Yang datang malah koleganya saja. Dan menginfokan justru penyakit nya bertambah parah," kata Syamsuddin.
Sebelumnya diberitakan kondisi kesehatan Novanto menurun saat hendak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-ktp. Pada panggilan pertama NOvanto tak hadir dengan alasan vertigo. Sedangkan pada panggilan kedua jantung Novanto bermasalah dan harus menjalani operasi kateterisasi. Desakan untuk mundur dari jabatan ketua umum juga muncul. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan bahwa ia tak sepakat jika Setya Novanto harus melepaskan jabatannya.
"Hidup itu punya harapan. Masa Pak Novanto tidak punya harapan untuk sembuh. Dia sekarang berobat," kata Idrus di kantor DPP Golkar, Jakarta. Idrus menegaskan bahwa tak semua orang yang kondisi kesehatannya terganggu langsung harus melepaskan jabatannya. Apalagi saat ini Novanto sedang menjalani pengobatan.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.