SEORANG IBU MENGGENDONG JENAZAH BAYINYA SAMBIL MENANGIS
Seorang Ibu asal Lampung Utara pulang menggendong jenazah bayinya di angkutan umum. Si ibu sambil menangis mengatakan kalau dia tidak mendapat pelayanan mobil ambulans dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek Provinsi Lampung. Sang ibu yang diketahui bernama Delvasari menceritakan anaknya meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan BPJS. Namun ketika ia meminta jenazah dibawa dengan ambulans pihak rumah sakit tersebut tak bersedia.
Direktur Pelayanan RSUDAM Lampung, dr Pad Dilangga mengatakan, pihaknya sudah menyediakan satu unit ambulans untuk mengantar bayi Delvasari ke kampung asal Gedung Nyapah, Kecamatan Abung TImur, Lampung Utara. Namun karena sedikit masalah administrasi yang belum selesai dan pihak keluarga tidak sabar, lalu meninggalkan ambulans dan memilih naik angkutan umum. Masalah administrasi tersebut karena petugas ambulans menemukan data tidak pas lalu memanggil orangtua jenazah untuk minta waktu menyelesaikan masalah tersebut.
Bayi usia 1 bulan 10 hari tersebut belum memiliki nama ketika dirujuk ke RSUD AM dan masih memakai nama ibunya. Sedangkan pihak keluarga memakai fasilitas BPJS. Nama yang tercantum di BPJS adalah Berlin Istana. Sedangkan yang terdaftar di RSUD AM bayi Ny Delvasari dan di Kartu Keluarga, nama bayi tersebut belum terdaftar. Petugas ambulans RSUD AM, John Sinaga mengatakan, awalnya keluarga datang ke ruang ambulans membawa berkas. Petugas kemudia menulis surat jalan. Namun selang tak beberapa lama pihak keluarga meninggalkan ambulans tanpa menunggu masalah administrasi selesai di cek ulang.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.