Wednesday, October 25, 2017

PDIP Mengumumkan Paslon Di Pilgub Jabar November Mendatang

PDIP Mengumumkan Paslon Di Pilgub Jabar November Mendatang


Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya tidak ingin terburu-buru mencalonkan calon gubernur yang siap menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PDIP ingin menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan jagoannya dalam konstelasi politik tahun depan.

"Kami hanya berencana mengumumkan pasangan calon pada bulan November," katanya di Bandung, Rabu (25/10).

PDIP menurutnya memusatkan perhatian pada pembentukan pasangan calon Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dan Bali. Kemudian akan bergeser ke penentuan pasangan calon di Papua dan Maluku Utara.

"Setelah itu kita akan bergeser ke Jawa Barat," jelasnya.

Penentuan nasib sendiri akan didasarkan pada dua mekanisme yang diambilnya. Yang pertama dari daerah yang diusulkan berupa jaringan yang menghasilkan nama Sekda Jabar Iwa Karniwa, Puti Guntur Soekarno, Soetrisno dan Abdy Yuhana. Kemudian kedua PDIP memetakan tokoh politik seperti Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi kepada Anton Charliyan.

"Mereka semua sekarang berada dalam posisi politik yang sama," katanya.

Sebagai partai yang bisa membawa pasangan calon sendiri tanpa koalisi, ia tetap terus mengukur semua potensi figur. Salah satunya adalah ide brainstorming yang menghadirkan sembilan angka. Meski terkesan santai namun ia memastikan penentuan calon tidak akan berada di posisi menit terakhir.

"Tidak (menit terakhir) Jawa Barat setelah Papua dan Maluku Utara." Momentum politik yang kita lihat, kita melihat aspek spasial yang tidak berdampak lingkungan baik yang tidak baik menyebabkan banjir, itulah pertimbangan yang kita tetapkan, "katanya.

"Kami melihat pemilih Jawa Barat yang sering berubah pada saat terakhir bahwa pemilihan tidak hanya contetasi, pilkada adalah bangunan masa depan yang kita siapkan, jadi pasangan kita sudah mengerti," jelasnya.

Menanyakan nama Ridwan Kamil yang telah memenuhi target 20 kursi dari tiga partai koalisi, Hasto juga menanggapi dengan santai. Baginya Ridwan Kamil yang tidak mendaftar ke PDIP masih harus diapresiasi.

"Kami melihat dan menghormati posisi politik Pak Ridwan Kamil yang telah membuktikan dirinya sebagai kandidat," jelasnya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.