Anak Aa Gatot Sempat Malu Karena Dibully Teman-teman Saat Masih 3 SD
Pada 2016 silam, Aa Gatot Brajamusti bersama istrinya, Dewi Aminah ditangkap oleh polisi saat tengah pesta narkoba. Jika Aa Gatot masih harus menjalani hukuman, nampaknya sekarang Dewi sudah pulang ke rumah untuk mengurus anaknya.
Suci Patia, anak perempuan Aa Gatot juga mengaku sangat lega dengan kembalinya sang ibu. Pasalnya, selama kedua orang tua absen, ia harus menjadi tulang punggung keluarga, menjaga, dan membiayai adik-adiknya.
"Aaaah, plong .. saya harus memuat saudara dan saudari saya, mendidik, terkadang saya tidak tahu apa, apalagi kakak saya sudah sekolah menengah pertama, jika dia pulang ke rumah malem apa yang harus saya marah, atau katakan untuk belajar, atau bagaimana, yang jadi bikin saya bingung. Dengan mamah, tugas itu telah diambil alih lagi mamah yang sama. Jadi saya bisa fokus lagi bikin novel, kuliah, jangan fokus harus bayar ini, ngurusin pekerjaan rumah ini, seperti 80% Beban saya tuh Alhamdulillah benar-benar pulang, "kata Suci saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/10).
Suci juga mengatakan kepada saya apakah dia harus bertekun menghadapi pengganggu beberapa teman karena kasus sang ayah. Dan ternyata para Orang Suci yang sangat muda masih memiliki pengalaman serupa. Hal itu tentu membuat Orang Suci dengan sedih tidak dapat dipercaya.
"Oh pernah! Apalagi SD kelas 3 ya. Dia tidak pernah bilang, 'Teh, ada di sana yang sama Alfa, papahnya dipenjara ya?', Kept menjawab, 'No kok baseball', jadi saya sedih, dia punya IG. Juga sampai saya diganti juga, saya bilang sama mereka sudah tidak apa-apa enggak perlu begitu, jangan malu-malu. Saya suka pengertiannya perlahan saya tidak ingin mereka menghilangkan embel-embel brajamusti papah, mereka merasa malu, " lanjut cantik.
Yang pasti, Orang Suci terus menekankan bahwa saudara perempuannya tidak pernah malu untuk memiliki ayah dari Aa Gatot Brajamusti. Ya, meski sekarang dijerat sebuah kasus berlapis, tapi dia tetap menjadi figur ayah yang telah melahirkan dan juga membesarkan mereka.
"Saya suka pengertiannya perlahan, saya sayang aja, biar tidak peduli apa papah ngebesarin kita. Namanya bukan anak sekolah dasar yang bisa, 'Jangan kayak gini, jangan kayak gitu', iya saya suka contoh saya. negatif jadi gini, tidak ada apa-apa.Anda harus kuat.Saya suka pengertian, mereka tidak ngebully, mereka hanya sekedar bertanya .. saya suka pengertiannya. teman anda tuh gak ada yang malu kok punya teman seperti alfa. sebelum sebulan mendapat dia datang ke sekolah harus ditemenin saya mulu, lama temen-temennya juga bukan tipe antipeluru, jadi mereka bermain lagi, "pungkasnya.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.