SAAT FESTIVAL MUSIM GUGUR TAK SATUPUN ANAKNYA YANG PULANG
Bagi Lee dan Zhang (72) rasanya tak ada yang lebih bahagia selain mendapatibuah hatinya pulang ke rumah di acara festival musim gugur China tahun ini. Sayang kebahagiaan tersebut rupanya hanya jadi angan-angan belaka dan tak pernah jadi kenyataan. Keenam anaknya yang mengais rezeki di kota tak ada satu pun yang pulang ke rumah mereka. Sejak 10 hari sebelum festival musim gugur tiba, pasangan suami istri yang sudah berusia lanjut ini telah membuat berbagai makanan kesukaan anak-anaknya.
Walau sehari-hari keduanya hidup berpas-pasan bahkan kekurangan, keduanya berjanji membuatkan makanan terbaik untuk anak-anaknya. Pasangan yang tinggal di sebuah desa terpencil di Shanxi, China ini juga telah mengumpulkan cabai, tomat serta bahan-bahan lain untuk membuat saus terbaik mereka untuk anak-anak. Sayang usahanya memberikan makanan terbaik mereka pada anak-anaknya sia-sia.
Pekerjaan yang menumpuk dan ongkos pulang yang cukup banyak membuat anak-anak Lee serta Zhang mengurungkan niat untuk pulang. Mendapati kenyataan bahwa anak-anaknya tak bisa pulang Zhang terlihat cukup sabar dan tegar. Tapi Lee ayah berusia 71 tahun tersebut terlihat sangat sedih hingga meneteskan air mata.
Orangtua ini mengaku sangat merindukan anak-anaknya. Mereka berharap walau anak-anaknya tak bisa pulang di festival musim gugur ini, anak-anaknya bisa pulang saat Imlek nanti. Agar anak-anaknya memiliki ongkos tambahan untuk pulang, pasangan ini kini semakin giat bekerja sebagai buruh ladang di desa setempat.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.