Choirul Huda, Kiper Legendaris Persela Lamongan Meninggal Saat Berlawan Dengan Semen Padang
Kabar duka menimpa Persela Lamongan. Choirul Huda, Salah satu kiper legendaris dan selaku kapten mereka meninggal dunia saat pertandingan berlangsung melawan Semen Padang di Stadion Surajaya. Huda meninggal usai bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.
Tidak banyak orang yang memiliki firasat bahwa akan terjadi sesuatu pada mereka sendiri. Namun, salah satu pemain bek Persela yang kebetulan juga ikut bermain saat melawan Semen Padang, Samsul Arifin mengatakan, Huda sempat meminta perlengkapan serba baru jelang laga kontra Semen Padang kepada ofisial.
"Kami semua tidak punya firasat apa pun bakal terjadi hal yang buruk. Tapi, sebelum pertandingan, dia memang sempat meminta kaos kaki dan perlengkapan lain yang baru kepada Toni (bagian perlengkapan tim Perela). Kami juga tidak menyadari, kalau itu akan menjadi permintaan terakhir dari dia, semoga semua amal ibadahnya dapat diterima oleh Allah, ujar Samsul, Minggu (15/10).
Meskipun tidak ada yang janggal sebelumnya, tapi Samsul sempat merasakan hal berbeda dari sosok Choirul Huda dalam pertandangan berlangsung melawan Semen Padang.
"Dia memang terlihat cukup tenang dan sedikit berbeda dari biasanya ketika pertandingan tadi. Namun kami juga sempat mengalami tabrakan ringan sebelum dirinya bertabrakan dengan Ramon," jelas Samsul.
Saat ini, semua member dari tim Persela, dari para pemain hingga para pendukung, tengah berkumpul di rumah duka di Jalan Basuki Rahmat No.66, Lamongan. Mereka sedang menunggu jelang prosesi pemakaman, guna memberikan penghormatan terakhir bagi sang penjaga gawang.
Menurut dr Zaki, Huda di bawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya Lamongan, arena laga Persela melawan Semen Padang, masih dalam keadaan bernapas. Namun, Huda tidak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.
Huda sempat tidak sadarkan diri saat memasuki menit ke-45, sehingga harus mengakhiri laga kontra dengan Semen Padang. Oleh petugas medis, Huda sempat diberikan alat bantu pernapasan dari tabung oksigen. Pemain yang membela Persela Lamongan sejak 1999 ini lalu di bawa dengan mobil ambulans ke UGD RSUD dr Soegiri, Lamongan. Ternyata takdir berkata lain, pemain senior ini menghembuskan napas terakhirnya.
Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.
"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher. Saat di bawa ke RSUD dr Soegiri Lamongan, dia masih bernapas dan dinyatakan mengalami hypoxia" kata dr Zaki, minggu (15/10).
Hypoxia adalah dimana keadaan jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.