Wednesday, November 1, 2017

Soal UMP DKI, Sandiaga Memilih Cara Yang Berbeda Dengan Ahok

Soal UMP DKI, Sandiaga Memiliki Sikap Yang Berbeda Dengan Ahok Saat Menanggapi Demo Buruh


Setiap tahun, para pekerja selalu mengambil tindakan di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk memperjuangkan upah minimum provinsi (UMK). Seringkali, mereka menyampaikan pidato dengan pengeras suara menggunakan mobil komando. Namun ada perbedaan sikap Basuki Tjahaja Purnama dan Sandiaga Uno saat para pekerja menyampaikan aspirasi mereka.

Basuki atau yang akrab disapa Ahok memilih untuk tetap fokus bekerja di kantornya saat pekerja melakukan aksinya. Pasalnya, dia masih bisa mendengar aksi massa. Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini selalu asyik karena para pekerja memutar musik sehingga bisa menghilangkan ketegangan.

"Tapi saya sangat senang saya tahu bahwa demo itu seperti radio, mereka hanya ngomong dan mereka dangdut, jadi kita akan menikmatinya Demen saya suka itu," katanya di kantornya sambil tertawa, Jakarta, Selasa (4/11).

Ia mengaku, tak pernah merasa terganggu dengan aksi buruh yang sering berbaris di depan Balaikota Jakarta. Sembab Ahok mengamati, setelah mereka menghujat selalu berdoa untuk kebaikan agar permintaan itu dikabulkan.

Sementara itu, sikap berbeda dilakukan oleh Sandiaga. Sandi memilih untuk menemui para demonstran yang meminta Pemprov DKI Jakarta memasang UMP Rp 4 juta di depan Balaikota DKI Jakarta. Bahkan, pasangan Anies Baswedan ini sempat naik ke mobil orasi yang didampingi Sekretaris Saefullah Jakarta.

Sandi meminta para demonstran untuk berkumpul untuk berpikir jernih dan membawa kebersamaan untuk Jakarta yang lebih baik. Dia mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga terus mencermati demonstrasi dari kantornya dan masih mengakomodasi aspirasi para pekerja.

"Aspirasi yang kita terima dan pertimbangkan, dan semoga Allah membimbing kita dalam mengambil keputusan," katanya.

Terkait permintaan UMP menjadi Rp 4 juta, Sandi mengatakan kesejahteraan para pekerja harus memperhatikan. Namun kondisi ekonomi, katanya, pada dasarnya melemah yang bisa dilihat dari KHL (Decent Living Needs).

"Kami ingin kebijakan ini bukan untuk mereka yang ingin bekerja atau sudah bekerja tapi juga yang belum bekerja karena butuh dunia usaha untuk bergerak," jelasnya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.