Tuesday, November 14, 2017

Di Makassar Langka, Elpiji 3 Kg Diduga Ditimbun Oleh Masyarakat Mampu

Di Makassar Langka, Elpiji 3 Kg Diduga Ditimbun Oleh Masyarakat Mampu


Masyarakat di beberapa kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan mengalami kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram (Kg) sejak tiga hari terakhir. Padahal, orang harus mencari tempat baru untuk mendapatkan gas bersubsidi.

Salah satu warga, Sitti Salma mengatakan, sepanjang hari ia telah berusaha mencari tersedianya gas 3 Kg ke pengecer. Namun, usaha itu tidak berhasil.

Tidak hanya itu, kelangkaan serupa juga dirasakan warga di kawasan Gowa, provinsi yang sama. "Di Gowa juga mulai kosong karena sejak kemarin saya cari tapi sangat sulit untuk gas 3 Kilogram," kata Abriawan di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (14/11).

Manajer Komunikasi dan Hubungan Pertamina MOR VII Sulawesi, Hermansyah Y Nasroen mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab 3 kg kelangkaan gas di wilayah tersebut. Dia menegaskan, distribusi ke tingkat agen dan basis diklasifikasikan beberapa waktu kemudian.

"Kami tidak tahu mengapa begitu, karena distribusinya lancar dan tidak ada penurunan dalam distribusi, gas 3 Kg disubsidi, ada kuota dan perhitungan kami hingga Oktober sudah 80 persen lebih terdistribusi sampai akhir. Tahun ini sudah cukup, "jelas Hermansyah.

Hermansyah mencurigai penyebab kelangkaan karena masyarakat mampu dan pengusaha restoran melakukan akumulasi gas. Padahal pemerintah sudah mengimbau penggunaan gas yang ditujukan untuk masyarakat miskin.

"Warga yang tergolong mampu, disarankan untuk menggunakan gas 5,5 kg atau 12 kg. Pelaku bisnis juga bisa benar-benar menggunakan isi gas 3 kilogram tapi kalau bisnisnya besar harus beralih ke gas non subsidi," jelasnya.

Hermansyah menambahkan, pihaknya dan pemerintah daerah akan terus menyelidiki penyebab kelangkaannya. Untuk mengantisipasi kelangkaan gas, Pertamina telah melakukan operasi pasar sejak dua hari lalu.

"Intinya adalah kecurigaan kami adalah kurangnya ketersediaan stok karena ada target penggunaan yang tidak tepat ditambah dengan pembelian panik. Jika tidak membeli panik, semua akan menjadi kuota yang ada," katanya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.