Sunday, November 12, 2017

Pemprov DKI Mulai Tata Kanal Banjir Barat

Pemprov DKI Mulai Tata Kanal Banjir Barat


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengetatan di beberapa titik di Jakarta. Pada tahap pertama, pengekangan awal akan dilakukan di wilayah Kanal Banjir Barat (KBB).

"Senin, kita mulai tahap pertama di Banjir Kanal Barat akan mulai disiplin, terorganisir dengan baik, setelah itu tunggu sosialisasi dan tunggu data terakhir yang kami kumpulkan dari para ahli," kata Sandiaga saat ditemui setelah meninjau lapangan Velodrome, Rawamangun. , Jakarta Timur, Minggu (12/11).

Politisi Gerindra menegaskan, akan segera melakukan penanganan KBB keesokan harinya. Diketahui, Kanal Banjir Barat adalah rumah bagi pemulung yang juga dicurigai menjadi tempat pelacuran. Di lokasi itu, pihaknya juga telah melakukan proses pengerukan atau normalisasi sungai sehingga kawasan kumuh bebas dari limbah.

"Kami sudah meminta mereka untuk pindah, para pemulung dan tempat-tempat yang telah digunakan sebagai tempat penampungan mereka, kami menginginkannya bersih, itu adalah tahap pertama," kata Sandi.

Selanjutnya, setelah KBB, salah satu poin yang didisiplinkan adalah seputar Pasar Tanah Abang. Lokasi ini menjadi langganan pedagang kaki lima (PKL) yang berjual beli di bahu jalan. Perkembangan pedagang kaki lima di wilayah Jakarta Pusat membuat jalan menjadi terhambat.

"Nantinya kita akan ingin sekali kita memiliki data dan sosialisasi yang akurat. Bagi para PKL kita menginginkan pesanan, pastikan mereka menjadi bagian dari pengaturan," kata Sandi.

Rencana selanjutnya, Pemprov DKI akan membuat jembatan antara stasiun dan Blok G Tanah Abang. "Jika jangka menengahnya adalah Sky Bridge, jika jangka panjangnya adalah TOD (Transit Oriented Development)," katanya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.