Alasan Dibalik Amarah Yang Anda Rasakan Menurut Penelitian
Bentuk kegelisahan tidak selalu berupa dada yang mendebarkan, kegugupan yang tak terbendung, atau tangan yang berkeringat. Terkadang kecemasan bisa muncul dalam bentuk yang lebih halus. Kemarahan adalah salah satunya.
"[Kemarahan] berakar pada ketakutan, dan ketakutan hanyalah kata lain untuk kegelisahan," kata terapis Kayce Hodos, LPC dalam sebuah wawancara dengan Bustle. "Ketika kita merasa terancam, kita bereaksi dengan respons stres alami kita, fight or flight, dan mereka yang memilih untuk melawan akhirnya marah saat hal-hal di sekitar kita tidak berjalan seperti yang mereka inginkan."
Anda merasa marah dan eksplosif dan tidak yakin mengapa? Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin.
Perubahan besar dalam kehidupan
Jika baru-baru ini terjadi perubahan besar dalam hidup Anda, seperti putus atau kehilangan pekerjaan, ini adalah alasan yang sangat mungkin untuk memancing kemarahan.
"Kehilangan juga membuat kita merasa tak berdaya," kata Hodos. "Rasanya seperti dunia kita sudah berakhir, dan apakah Anda sedang menangis atau merasa gila (atau keduanya), emosi yang memulai semuanya adalah kegelisahan."
Malu
Kemarahan bertanggung jawab untuk melindungi seseorang dari rasa malu. "Rasa malu atau penghinaan bisa membuat kita cemas, seolah kita tidak cukup baik atau ada yang salah dengan kita, tapi rasa malu itu normal," kata psikoterapis Sarah B. Rodgers, MA, LMFT, RDT.
"Kita semua membuat kesalahan atau terkadang merasa bodoh, jangan curhat orang lain, belajar menerima kenyataan bahwa Anda adalah manusia juga, maafkan diri Anda, dan teruslah berjalan."
Alkohol
Banyak orang beralih ke narkoba atau alkohol untuk mengatasi kecemasan mereka. Masalah alkohol sebenarnya bisa memicu kemarahan. "Jika Anda menemukan penggunaan alkohol atau obat Anda terus meningkat, Anda mungkin mencoba menemukan buronan melalui itu," kata Hodos. "Di bawah kemarahan dan mabuk mungkin ada kegelisahan dan perasaan hidup Anda tidak terkendali."
Merasa tidak mampu mengendalikan situasi
"Entah itu masalah di tempat kerja, masalah keuangan, hubungan yang tegang dengan keluarga, atau hubungan pasangan, tidak satu pun dari kita suka merasa tidak memiliki kendali," kata Hodos.
"Beberapa dari kita lebih sulit untuk menerima daripada yang lain, pikirkan tentang apa yang membuat Anda kesal, lalu tanyakan pada diri Anda sendiri betapa banyak masalah yang dapat Anda kontrol. Jika jawabannya sedikit atau tidak sama sekali, maka kemungkinan masalah kontrol menjadi sumber kemarahan Anda."
Gangguan tidur
"Kesulitan tidur bisa berakar pada beberapa penyebab yang berbeda, tapi seringkali karena kita tidak bisa berhenti khawatir," kata Hodos. Menurut Psikologi Hari ini, pada gilirannya kurang tidur bisa membuat Anda lebih mudah tersinggung, tersinggung, atau dendam.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.