Per Hari Amerika Mengeluarkan Ongkos Sebesar Rp 3,3 Triliun Untuk Memperangi Terorisme Global
Departemen Pertahanan AS baru-baru ini merilis sebuah laporan tentang 'biaya perang'. Laporan yang diperoleh Federasi Ilmuwan Amerika tersebut menunjukkan biaya perang AS melawan terorisme sejak 11 September 2001 hingga pertengahan tahun ini.
Perang Afghanistan dari tahun 2001 sampai 2014 dan perang Irak dari tahun 2003 sampai 2011 menarik US $ 1,3 triliun (Rp 17.542 triliun), seperti dilansir situs International Business Times, Jumat (3/11).
Biaya perang di Afghanistan dan operasi anti-ISIS di Irak dan Suriah sejak 2014 menghabiskan biaya Rp 120 miliar (Rp 1,619 triliun).
Biaya perang yang diperhitungkan ini hanya terkait langsung dengan kegiatan militer seperti operasi dan pemeliharaan pangkalan, pengadaan peralatan, dan pembayaran gaji dan pemberian makan tentara.
Biaya ini tidak termasuk biaya bunga bagi veteran tentara setelah perang ini, atau biaya dari komunitas intelijen yang terkait dengan Perang Global melawan Teror.
Dalam sebuah makalah 2011 dari Profesor Sekolah Dasar Harvard Kennedy Linda Bilmes memperkirakan biaya untuk veteran sebesar USD 600 miliar (Rp 8.096 triliun) menjadi USD 1 triliun (Rp 13.494 triliun) selama 40 tahun ke depan.
Jumlah tersebut didasarkan pada 482.364 veteran yang menerima kompensasi atas kecacatan yang berkaitan dengan tugas militer mulai Februari 2011. Sejak itu, jumlah veteran yang mendapat kompensasi cacat karena tugas militernya meningkat drastis.
Menurut Congressional Research Service, satu-satunya perang yang menelan biaya lebih dari pada Global War on Terror adalah Perang Dunia II dengan nilai lebih dari USD 4,1 triliun (USD 55,325 triliun) dengan nilai dolar saat ini.
Dengan nilai tukar dolar saat ini biaya perang dari Perang Vietnam harganya Rp 738 miliar (Rp 9958 triliun).

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.