Tuesday, October 24, 2017

2 Siswa SMA Tangerang Mengubah Sisa Potongan Rambut Menjadi Cat Antikarat

2 Siswa SMA Tangerang Mengubah Sisa Potongan Rambut Menjadi Cat Antikarat


Samuel Benedict, siswa kelas XII Santa Laurensia cukup kreatif. Ide brilian itu mampu menghasilkan formula bagus untuk mendukung industri cat yang lebih baik.

Mulai dari pandangan jauh ke depan untuk melihat peluang dari jumlah limbah rambut di cukur tempat ia bercukur. Dia berpikir untuk menciptakan sesuatu dari sampah rambut ini.

"Ide awalnya pas saya untuk melihat banyak sampah rambut hingga menggiring bola di tempat bercukur rambut saya," kata Samuel di SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Selasa (24/10).

Dari ide awalnya, maka Samuel mencoba menangkap banyak informasi tentang rambutnya. Sampai akhirnya, ia tahu bahwa pada rambut manusia adalah kandung kemih karet yang mampu melindungi zat besi dari karat lebih baik.

Sampai akhirnya dipicu ide pembuatan cat dengan campuran karet. Ia memastikan campuran cat yang ditambahkan ke formulasi karet dari ekstraksi rambut manusia membuat besi, aluminium, seng dan bahan lainnya yang dicat lebih baik.

"Sebenarnya tidak hanya dalam fungsi, tapi secara kimia cat dengan campuran karet rambut lebih optimal bila diterapkan di setiap media cat, dan hasil pengecatan juga bagus," katanya.

Samuel juga merupakan hobi olahraga bulutangkis yang diklaim bisa mengembangkan formulasi seperti itu untuk diterapkan pada bahan lainnya.

"Itu juga harus membuat cat dan dinding lainnya, saya sedang berkembang ke arah itu, dan sedang mencoba untuk membuat hak paten," katanya.

Dari tangan dan buah yang dipikirkannya, maka Samuel Benedict dengan Christopher Richard berhasil merebut medali emas di ajang Olympiade 2017 di Oswego, AS pada bulan Juli 2017 kemarin. Ia berhasil mengungguli ribuan peserta Olimpiade dan 360 peserta tim dari 73 negara di seluruh dunia.

Remaja kelahiran Tangerang 17 Agustus 2000 itu berhasil membuat bangsa Indonesia bangga dengan ide kreatif dan inovasi kategori sains bahan baku limbah (waste) di arena sains internasional.

Dia yang mengaku pertama kali mengikuti kompetisi internasional merasa tidak aman. Namun setelah bisa meyakinkan juri dengan presentasi bahwa ia akhirnya membawa ide cemerlang Samuel dan Christipher mendapatkan hasil yang cemerlang.

"Pertama kali saya benar-benar gugup melihat proyek lain yang benar-benar bagus, misalnya ada identifikasi leukemia sejak dini, tentang kanker. Sebenarnya sangat tulus. Tapi saya yakin, karena penemuan ini sangat inovatif, unik dan berbeda, "kata Samuel.

Samuel menjelaskan cat yang isinya ditambah ekstrak keratin dari formulasi limbah rambut akan lebih awet, karena tidak hanya melindungi secara fisik tapi juga secara kimiawi.

"Cat dengan ekstrak keratin dari limbah rambut lebih tahan asam dan dilapisi cat besi tidak mudah korosi," katanya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.