Friday, September 29, 2017

POTRET SURAM DI BALIK KEINDAHAN RAJA AMPAT

POTRET SURAM DI BALIK KEINDAHAN RAJA AMPAT



Raja Ampat saat ini kian dikenal dunia sebagai daerah tujuan wisata favorit. Namun di balik itu semua, masih ada masalah yang menghantui warga lokal merasa masih dibekap kemiskinan. "Sungguh menakjubkan. Kami sudah mengunjungi jutaan pulau di dunia dan menurut saya ini adalah salah satu pulau yang terbaik," ujar turis Kanada bernama Angelika Redweik Leung saat memandangi kepulauan Pianemo di Raja Ampat.

Pemerintah tampak cukup serius menggarap kawasan wisata di Raja Ampat dengan menggenjot pembangunan hotel, restoran, dan pelabuhan-pelabuhan baru di sekitar kawasan yang terbentang seluas 67 kilometer persegi dengan 1.500 pulau dan 1.400 jenis ikan serta 600 koral itu. Namun hanya berjarak sekitar dua jam dari Raja Ampat, tepatnya di Waisai, penduduk di sana masih tinggal di gubuk-gubuk minim listrik dan air bersih. Tak hanya itu, SMA terdekat di sekitar Waisai jaraknya lumayan jauh.

Warga di Waisai mengungkapkan mereka tidak melihat ada perbaikan dalam kehidupan meski jumlah wisatawan terus meningkat. Menurut pemerintah, diperkirakan ada sekitar 15 ribu turis yang datang ke Raja Ampat saban tahun belakangan ini. Pada 2010 wisatawan ke Raja Ampat hanya kurang dari 5000 orang saja. Paul juga kemudian menyoroti gagalnya pemerintah melindungi ekosistem di Raja Ampat ketika terjadi peristiwa kapal pesiar asing menabrak terumbu karang disana pada maret lalu.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.