PANDANGAN WARGA BUDDHA MYANMAR SOAL ROHINGYA
Pidato pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengenai isu krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di negaranya gagal menangkis segala kecaman yang disuarakan oleh masyarakat dunia. Hal itu tidak membuat penduduk Myanmar berhenti memberi dukungan kepada Suu Kyi. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemimpin negaranya, masyarakat turun ke jalan dan menggelar aksi di pusat kota Yangon. Dengan mengenakan atribut Suu Kyi mereka menonton pidato Suu Kyi lewat sebuah layar besar dan dengan lantang meneriakkan kata-kata dukungan.
Warga yang lain yang tidak ikut menonton pidato Suu Kyi menunjukkan dukungan dengan cara mengubah foto profil media sosial mereka menjadi foto Suu Kyi. Menurut Khin Maung Maung salah satu warga yang sudah bekerja sebagai PNS selama 50 tahun di negara tersebut, isu krisis kemanusiaan yang ramai dibicarakan publik dunia merupakan kesalahan informasi yang disebarkan media. Maung menilai media internasional hanya berfokus kepada kelompok minoritas saja seperti Rohingya dan mengabaikan penderitaan umat Buddha lain yang merupakan masyarakat mayoritas di negara tersebut.
Sedikitnya rasa simpati yang dirasa oleh penduduk Buddha di Myanmar terhadap umat muslim Rohingya disebabkan oleh rasa takut akan terkikisnya keberadaan rakyat mayoritas disana. Bahkan menurut laporan terbaru dari Grup krisis Internasional sekitar 90 persen warga Myanmar yang beragama Buddha memiliki gagasan bahwa Islam mengancam keberadaan umat Buddha. Oleh karena itu, mereka justru memilih untuk mendukung serangan terhadap warga muslim Myanmar.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.